Kamis, 30 Juli 2009


Sejati

Ku pandangi tawaku di atas partikel cermin

Ku asakan harapku saat ku berulah dengan mereka

Seperti semut yang berbaris tak putus dan terus berjalan

Seperti warna pelangi yang terus menyatu

Menumpahkan kasih ku bersama mereka

Menuangkan serumpun cerita hidupku pada mereka

Saling mengerti dan mengerahkan kedamaian demi kekokohan kami

Beradu dengan masalah yang menguji

Ketika kami tersenyum

Kami seperti mawar yang akan merekah

Ketika kami menangis bersama

Air mata itu bagai mutiara cinta yang berseri

Saat kami bahagia

Seluruh dunia bak turut menyuarakan kebahagiaannya

Kini matahari telah mengakui

Sang rembulan telah menobatkan

Pelangi telah memutuskan

Dan langit biru pun tak menyangkal lagi

Bahwa kami sahabat yang sejati sampai bumi berhenti berevolusi

Ketika kami tersenyum

Kami seperti mawar yang akan merekah

Ketika kami menangis bersama

Air mata itu bagai mutiara cinta yang berseri

Saat kami bahagia

Seluruh dunia bak turut menyuarakan kebahagiaannya

Kini matahari telah mengakui

Sang rembulan telah menobatkan

Pelangi telah memutuskan

Dan langit biru pun tak menyangkal lagi

Bahwa kami sahabat yang sejati sampai bumi berhenti berevolusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar